PETERNAKAN RAMAH
LINGKUNGAN
Dengan
semakin meningkatnya perkembangan industri di dunia mengakibatkan semakin
banyaknya emisi gas efek rumah kaca yang merupakan indikasi terjadinya pemanasan global (global warming) yang akan
berdampak pada mencairnya es yang ada di
bagian kutub, mengakibatkan permukaan air laut naik, meningkatnya suhu
lingkungan, tidak stabilnya musim, dan masih banyak efek negatif lainnya. Salah
satu penyebab terjadinya efek gas rumah kaca adalah meningkatnya kandungan karbondioksida,
metan, nitrous oxide, sulfur heksa fluorida, HFC dan PFC yang rata2 berasal
dari limbah industri. Untuk itu kita mencari bahan sumber energi yang ramah
lingkungan yang tentunya tidak membahayakan bagi kehidupan yang ada di bumi
kita.
Salah
satu bahan yang dapat kita gunakan sebagai bahan sumber energi ramah lingkungan
adalah feses dan urin yang dihasilkan oleh ternak. Dengan memfermentasi kedua
bahan tersebut akan menghasilkan gas metan yang nantinya akan digunakan untuk
proses pembakaran.
Berikut
ini merupakan konsep dari peternakan ramah lingkungan
Dalam konsep peternakan
ramah lingkungan di atas kita menggunakan tumbuh-tumbuhan yang berupa rerumputan
maupun dedaunan untuk pakan ternak. Pakan
tersebut merupakan sumber untuk pertumbuhan/ produksi bagi ternak. Sisa dari
pakan ternak yang tidak dimakan ternak akan dijadikan kompos. Sisa pembuangan
atau feses akan ditampung dalam lobang kecil (inlet) yang nantinya akan difermentasi
menjadi biogas untuk proses pembakaran, sisa dari feses atau endapannya
(outlet) dapat digunakan sebagai kompos yang sangant baik untuk tumbuhan.
Limbah peternakan
seperti feses, urin beserta sisa pakan ternak sapi merupakan salah satu sumber
bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas.
Namun di sisi lain
perkembangan atau pertumbuhan industri peternakan menimbulkan masalah bagi
lingkungan seperti menumpuknya limbah peternakan termasuknya didalamnya limbah
peternakan sapi. Limbah ini menjadi polutan karena dekomposisi kotoran ternak
berupa BOD dan COD (Biological/Chemical Oxygen Demand), bakteri patogen
sehingga menyebabkan polusi air (terkontaminasinya air bawah tanah, air
permukaan), polusi udara dengan debu dan bau yang ditimbulkannya. Dengan mengolah
limbah ternak tersebut menjadi bigas dan kompos tentunya akan menjadi
bermanfaat bagi kita semua…
Terima kasih atas
kunjungannya, lihat informasi lainnya di peternakindonesiaku.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar