Sabtu, 26 Desember 2015

PETERNAKAN RAMAH LINGKUNGAN



                            PETERNAKAN RAMAH LINGKUNGAN
                                                             
             Dengan semakin meningkatnya perkembangan industri di dunia mengakibatkan semakin banyaknya emisi gas efek rumah kaca yang merupakan indikasi terjadinya  pemanasan global (global warming) yang akan berdampak pada  mencairnya es yang ada di bagian kutub, mengakibatkan permukaan air laut naik, meningkatnya suhu lingkungan, tidak stabilnya musim, dan masih banyak efek negatif lainnya. Salah satu penyebab terjadinya efek gas rumah kaca adalah meningkatnya kandungan karbondioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksa fluorida, HFC dan PFC yang rata2 berasal dari limbah industri. Untuk itu kita mencari bahan sumber energi yang ramah lingkungan yang tentunya tidak membahayakan bagi kehidupan yang ada di bumi kita.
           Salah satu bahan yang dapat kita gunakan sebagai bahan sumber energi ramah lingkungan adalah feses dan urin yang dihasilkan oleh ternak. Dengan memfermentasi kedua bahan tersebut akan menghasilkan gas metan yang nantinya akan digunakan untuk proses pembakaran.
Berikut ini merupakan konsep dari peternakan ramah lingkungan




             Dalam konsep peternakan ramah lingkungan di atas kita menggunakan tumbuh-tumbuhan yang berupa rerumputan maupun dedaunan untuk  pakan ternak. Pakan tersebut merupakan sumber untuk pertumbuhan/ produksi bagi ternak. Sisa dari pakan ternak yang tidak dimakan ternak akan dijadikan kompos. Sisa pembuangan atau feses akan ditampung dalam lobang kecil (inlet) yang nantinya akan difermentasi menjadi biogas untuk proses pembakaran, sisa dari feses atau endapannya (outlet) dapat digunakan sebagai kompos yang sangant baik untuk tumbuhan.
Limbah peternakan seperti feses, urin beserta sisa pakan ternak sapi merupakan salah satu sumber bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. 
              Namun di sisi lain perkembangan atau pertumbuhan industri peternakan menimbulkan masalah bagi lingkungan seperti menumpuknya limbah peternakan termasuknya didalamnya limbah peternakan sapi. Limbah ini menjadi polutan karena dekomposisi kotoran ternak berupa BOD dan COD (Biological/Chemical Oxygen Demand), bakteri patogen sehingga menyebabkan polusi air (terkontaminasinya air bawah tanah, air permukaan), polusi udara dengan debu dan bau yang ditimbulkannya. Dengan mengolah limbah ternak tersebut menjadi bigas dan kompos tentunya akan menjadi bermanfaat bagi kita semua…
Terima kasih atas kunjungannya, lihat informasi lainnya di  peternakindonesiaku.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar